Aku melihat Irina pergi meninggalkanku di balik kursi reot
panti. Aku ingin berteriak kepada dua orang dewasa untuk tidak membawa temanku
pergi. Aku ingin menangis meraung ,kumohon jangan membawanya pergi ,aku tak
memiliki siapapun lagi ,jika dia meninggalkanku di tempat pengasuhan ini .
Tak ada yang mau berteman kepadaku .Mereka semua
menyakitiku katanya aku aneh ,apa salahnya bila aku tak bicara ,aku hanya tak
tau aku harus berkata apa ,mereka terlalu mengukungku untuk menjadi manis di
depan calon orang tua baru ,tapi aku tak mau ,dan mereka tak menyukaiku
,begitupun anak-anak di sini.
Aku menangis di balik kursi reot yang terbuat dari
rotan dan nyaris tak berbentuk lagi saat melihatnya pergi dengan kedua
orang tua asuhnya .
Tanpa
berniat mencariku apakah aku akan baik baik saja tanpa dirinya.
Kenapa
tak ada yang menginginkan aku ?
Kenapa
aku di tinggal di sini, aku takut irina .Ku mohon jangan tinggalkan aku.
“hai
anak manis kenapa kau bersembunyi di sini “
Suara
dan seringai itu membuatku mendongak dan melihat bahwa orang jahat itu ingin
menyakitiku lagi .
Wajahnya
mengerikan itu membuatku takut setengah mati ,kulitnya bersisik menjijikan dan
rambutnya seperti tak pernah tersentuh oleh sisir.
Aku
ingin berteriak namun tangan kasar dan bau itu membungkamku terlebih dulu
seluruh darah dalam diriku menghilangkan dari wajahku ,aku tak mau mengalaminya
lagi, aku tak ingin .
“Tolong
aku “
“tolong
aku “aku berteriak namun hanyalah suara gumaman menyedihkan yang keluar dari
mulutku.
Aku
takut Ibu.
Aku
takut ...aku ingin kau Ibu, jika kau benar benar ada, aku ingin kau .Aku ingin
pelukanmu sekarang .
Tubuhku
meronta namun tenaga pria dewasa ini tak terpengaruh oleh rontaan anak berumur
10 tahun sepertiku .
Hingga
tubuhku terpelanting di semak semak hutan dekat panti yang letaknya agak tersembunyi.
Aku
takut, seluruh tubuhku gementaran aku membenci bajingan ini aku ingin pergi aku
ingin ikut irina .
aku
ingin mati .
dan
mimpi buruk itu terjadi lagi hingga nyaris menyayat ke ulu hati hingga menjadi
serpihan .
Ayah
??